Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Becak.

Dulu Aku sebelum pindah menrantau yang berstatus sebagai mahasiswa di salah satu kampus yang ada di Indonesia, Aku dulu kalau naik becak itu selalu melulu nawar harga misalnya di kasih harga 20 ribu nah kita tawa 15 ribu atau bahkan bisa jadi 10 ribu dengan alasan kita bilang bahwa kalau itu dekat jaraknya dari tempat A ke tempat B. Jadi pada waktu itu aku pergi dan ketika itu Cirebon sedang terik-teriknya dan sangat panasa ya memang terkenal panasya juga kota Cirebon itu ya lumayanlah setidaknya tidak sepanas di Jakarta lah ya, pada saat itu aku baru keluar dari salah satu mall yang di Cirebon terus aku fikir dari pada aku jalan lagi lebih jauh untuk naik angkutan kota karena posisinya Aku sudah tidak kuat dengan teriknya panas saat itu lalu aku memutuskan untuk naik apa aja yang ada di depan mata Aku jikalau angkutan itu bisa mengantar aku sampai di tempat tujuan dengan selamat entah mau berapa pun harga yang dia tawarkan akan aku bayar (maaf bukannya sombong tapi yakinilah aku w...

expression.

terserah kalian sih ini blog mau kalian mau bilang apa, dan alurnya kalau nantinya tidak nyambung atau gimana sih. kalau kalian komentar yang ibaratnya kejam pun ya whatever lah   toh juga kita bebas berpendapat sebebas mungkin juga kan ya yang entah mau komentar yang tajam, kejam, keterlaluan, ya up to you lah. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- sebenarnya ya aku tuh lagi bosan dengan pertelevisian zaman sekarang yang di tayangkan itu-itu saja, melulu berita itulah yang disuguhkan orang berangkat ibadah aja harus diliput, setahunya aku ya ibadah itu sifatnnya privasi untuk kita sendiri karena sifatnya itu hubungannya langsung pada tuhan sang maha pencipta, entah itu dari pihak artisnya yang menghubungi medianya atau medianya yang udah tidak punya bahan pembicaraan bahan yang harus di sajikan di televisi untuk masyarakat, dan pertelevisian itu sedang berlomba-lomba mencari rating...

Puisi

BY: rhmfdmsr aku disini dalam diam menunggumu, menunggumu untuk datang menemaniku hariku,  malamku yang sepi, sekarang sepi, dulu? dulu beda keadaannya, dulu kamu selalu ada selalu berkata manis meyakinkan aku untuk bisa membuka hati, membukakan pintu untuk kamu, sekarang? aku sendiri, yang masih menunggumu datang kembali, dan berkata,  berkalimat seperti dahulu, tetapi kamu sepertinya telah bahagia bersamanya bersama dia, dengan menunjukkan pada dunia bahwa kamu sudah tidak lagi dengan ku, tak pedulikan bagaimana rasanya sesosok wanita seseorang wanita yang menangis untukmu, melihat dirimu yang tertawa gembira ceria di depanku, lalu apa maksud yang selama ini kamu berkata berkalimat manis? aku sudah menaruh hati, aku sudah menyimpan nama lengkapmu juga, meski pun jika nanti kita bersama nama belakang mu tidak bisa menyambung dengan nama kompelitku, tapi tak masalah, tetapi itulah hanyalah perandaian yang jika kita bahagia tapi ken...