expression.
terserah kalian sih ini blog mau kalian mau bilang apa, dan alurnya kalau nantinya tidak nyambung atau gimana sih. kalau kalian komentar yang ibaratnya kejam pun ya whateverlah toh juga kita bebas berpendapat sebebas mungkin juga kan ya yang entah mau komentar yang tajam, kejam, keterlaluan, ya up to youlah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sebenarnya ya aku tuh lagi bosan dengan pertelevisian zaman sekarang yang di tayangkan itu-itu saja, melulu berita itulah yang disuguhkan orang berangkat ibadah aja harus diliput, setahunya aku ya ibadah itu sifatnnya privasi untuk kita sendiri karena sifatnya itu hubungannya langsung pada tuhan sang maha pencipta, entah itu dari pihak artisnya yang menghubungi medianya atau medianya yang udah tidak punya bahan pembicaraan bahan yang harus di sajikan di televisi untuk masyarakat, dan pertelevisian itu sedang berlomba-lomba mencari rating tertinggi, dengan cara dia membayar artis yang sudah begitu populer akan fans-fansnya yang hectic, menurut aku sih ya pernyataan aku yang di atas itu buakan sebuah berita ang harus di suguhkan karena (bukannya gue sok sombong sok tahu tentang agama) dalam islam jatuhnya berita yang "riya", dan gue berfikir ya itu bagaimana nanti di akhiratnya kalau segala sesuatu iya lontarkan dalam media dia ingin umroh atau pun haji saja di liput di televisi itu bagaiaman nanti, ya walau pun udah lah ya mi itu urusan para artis itu ngapain juga kamu urusin urusan orang-orang yang tidak pernah ngurusin ke adaan kamu sekarang itu seperti apa, iya aku fikir-fikir sih iya juga tapi apa dia nantinya tidak mikir kesananya atau gimana? ah, i don't know, tanpa kita sadari juga media itu sudah membuka 1 tiket untuknya ke neraka maybe sih haha, i don't know too.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
aku aneh sama orang, aneh banget dia beropini tapi dianya sendiri contra sama opininya sendiri dia lakuin hal yang sama juga, dia komentar buat para orang yang kurang memanfaatkan sebuah internet yang hanya digunakan untuk social media yang dikomentari apa yang dia buka like buat vlog-lah, buka situs tutorial, buka situs lain-lain-lah, dia komentari ini-itu tapi dia sendiri ngelakuin juga, dia buat vlog, tutorial make-up, tutorial hijab. so tidak sesuai dengan expression-nya sendiri. kalau bagi dia itu tidak efektif tidak berkembang, lalu kenapa juga dia membuat dan mengikuti orang-orang yang menyuguhkan hal yang sama juga konten yang sama juga, kenapa tidak mencoba untuk menolak dari para penikmat-penikamatmu untuk tidak melakukan konten yang sudah disuguhkan dari yang sudah ada. Aneh.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
terus ya buat orang-orang yang komentar tentang politik ya boleh aja sih, jangan salah paham dulu ya aku ini bukan anak politik atau pun jurusan FISIP di salah satu universitas yang ada di Indonesia, bagi gue kalian boleh berpendapat apa saja tentang politik, kalian boleh pro-contra atau apa pun itu-lah terserah kalian, karena aku dulu seperti itu dan apa yang kita omongin tuh gampang apa yang kita katakan keluarkan semuanya itu gampang, bagi aku kalau di lihat dari segi pemerintahan yang sekarang jauh lebih baik dari pemerintahan yang sebelumnya bukan berarti aku pro terhadap pemerintahan bapak presiden Jokowi Widodo atau pun guubernur DKI Jakarta bapak Basuki Tjahaya Purmana (pak ahok bila ada salah/kekurangan huruf penulisan nama atau pun gelar mohon di maafkan hehe), aku juga ada contranya juga masa pemerintahan yang sekarang ini, kalian bisa debat tentang politik kalian bebas berbicara tentang ini-itu kalian bisa melontarkan semua pikiran kalian yang ada di dalam otak kalian gimana, "kita di itu di bodoh-bodohi pemerintah" "kita itu harusnya gini" "pemerintahan ini tu begini.." "enakan pemerintahan masanya si ini karena begini.." dan ya bla bla, aku yakin percaya sama para koruptor karena apa? karena dia sendiri itu di kasih organ tubuh yang lengkap sama sang maha pencipta, dia di kasih hati, di kasih naluri, nah yang aku yakini dari para koruptor itu hati dan naluri karena aku yakin yang sebenarnya itu para koruptor ya sebenarnya dia tidak ingin melakukan hal terkeji dalam sejarah hidupnya tetapi namanya juga politik adalah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dalam pemerintahan itu sistemnya sudah benar dan sudah sesuai aturan dari apa yang telah ditentukan,dari mana aku bisa tahu? aku lihat di televisi mau pun media cetak tapi hanya saja pihak-pihak oknum yang berfikiran kotor yang berfikiran keji sehingga terjadilah hasut menghasut para pejabat negara. so kalian boleh berpendapat tapi plis sebelum kalian terjun langsung dalam dunia politik plis jangan jadi manusi yang sok tahu apa akaan omongan yang sekiranya kamu tidak terlalu paham mengenai hal tersebut permasalahan yang sedang terjadi biarkan mereka yang mengurus semua permasalahan apa yang mereka sudah mengetahui cukup kita sebagai penikamat berita saja di sini sudah cukup. aku juga suka heran sama orang-orang yang bayar orang-orang yang bisa di ajak untuk memperkeruh suana dia ajak provokasi sehingga maslaah menjadi rumit sebenarnya apa tujuan mereka membayar orang untuk turun ke jalan berdemo, seharusnya itu yang kalian kritik yang kalian perangi orang-orang yang seperti itu yang kalian harus marahi oknum-oknum bodoh yang mementingan kepribadiannya masing-masing yang ada di fikiran mereka itu yang penting dia dapat uang bisa untuk ini-itu yang pasgti kebutuhan dia untuk hidup terpehnuhi. yang seharusnya kalian salahkan ya oknum-oknum tak bertanggung jawab, bukan sistem politik yang kalian kritik bukan pemerintah yang kalian olok-olok begini begitu, percuma kalian bilang "Indonesia mau di bawa kemana nantinya" kalau salah satu dari kalian adalah oknum-oknum tersebut. percuma juga kalian berbicara tapi kaliannya sendiri juga penikmat kejahatan para oknum bodoh.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
emang aku masih belum pintar akan hal-hal pernyataan yang ada di atas, tapi hanya gemas melihat orang-orang yang terlalu menyalahkan pemerintah yang jelas-jelas dia bekerja sudah sesuai peraturan sudah sesuai dengan sistem politik yang ada tapi masih saja di salahkan, yang harus kalian telusuri itu para oknum-oknum tersebut. dan untuk pernyataan pertelevisian memang aku tidak berkerja dalam dunia broadcasting tapi setidaknya kalian ini para penerus bangsa, berikan suguhan entertainment yang fun yang bisa di terima semua kalangan jangan kalian suguhkan berita perceraian, berita ibadah kalian sorot, memiliki mobil baru kalian liput, sesama artis ribut berantem kalian liput dan kalian wawancarai untuk dimintai keterangan itu seperti apa, itu bukanlah hal yang mendidik untuk para penerus bangsa, lebih baik tidak ada berita yang memang harus benar-benar di ulas dari pada kalian liput dengan informasi-informasi non-educationnya sama sekali. terus sekarang dengan sinetron-sinetron yang bagi saya kurang kualitasnya, yang kalian tampilkan perkelahian dan lain sebagainya, Indonesia masih butuh bimbingan jangan samakan dengan luar negeri mereka menampilkan hal-hal seperti itu merupakan suatu hal yang tidak perlu di permasalahkan bahkan di kritik karena mereka liberal tapi liberal mereka pun ada peraturan undan-undang yang ada. Indonesia terlalu fokus pada misinya yang ingin menjadi negara yang maju sehingga dia terus menengok ke luar dan hal apa yang harus kita tiru dari mereka itu bukanlah suatu misi yang diwujudkan melainkan itu adalah suatu tindakan iri atau tidak ingin kalah, sebenarnya itu bagus untuk sebagai pacu kuda untuk negara kita untuk terus berlari tapi harus lihat juga kondisi rakyatnya yang sudah siap untuk maju atau belum.
Komentar
Posting Komentar