Becak.
Dulu Aku sebelum pindah menrantau yang berstatus sebagai mahasiswa di salah satu kampus yang ada di Indonesia, Aku dulu kalau naik becak itu selalu melulu nawar harga misalnya di kasih harga 20 ribu nah kita tawa 15 ribu atau bahkan bisa jadi 10 ribu dengan alasan kita bilang bahwa kalau itu dekat jaraknya dari tempat A ke tempat B.
Jadi pada waktu itu aku pergi dan ketika itu Cirebon sedang terik-teriknya dan sangat panasa ya memang terkenal panasya juga kota Cirebon itu ya lumayanlah setidaknya tidak sepanas di Jakarta lah ya, pada saat itu aku baru keluar dari salah satu mall yang di Cirebon terus aku fikir dari pada aku jalan lagi lebih jauh untuk naik angkutan kota karena posisinya Aku sudah tidak kuat dengan teriknya panas saat itu lalu aku memutuskan untuk naik apa aja yang ada di depan mata Aku jikalau angkutan itu bisa mengantar aku sampai di tempat tujuan dengan selamat entah mau berapa pun harga yang dia tawarkan akan aku bayar (maaf bukannya sombong tapi yakinilah aku waktu itu panasnya sangat terik sekali bagaikan lagi main ke pantai) dan akhirnya aku ketemu dengan satu angkutan yaitu becak dan kebetulan orangnya sudah tua tidak juga renta ya sedang saja lalu begitu aku langsung bertanya dari mall itu ke tempat rumah aku berapa dan dia menjawab terserah saya mau ngasih berapa saya sih seikhlasnya aja, dan saya bingung harus ngasih berapa sedangkan saya sendiri sudah berjanji pada diri saya sendiri akan membayar berapa saja dan akhirnya saya bertanya lagi biasanya berapa pak sama penumoang yang lain? dan bapak itu menjawab ya tergantung ada yang ngasih segini-segitu, dan oke saya bilang ke bapak becak itu gimana kalau 20 ribu pak? dan bapak itu setuju, maaf bukannya tega atau bagaimana tapi 20 ribu segitu sudah cukup lumayan karena kota Cirebon itu kecil tidak juga sangat kecil lalu akhirnya setelah aku sampai di rumah aku jadi tidak tega melihat tukang becak (istilah sebutan orang Indonesia) yang kalau panas terik-teriknya dia harus menunggu penumoang yang mau menaiki becaknya kalau penumpang yang nawar dari harga yang telah di tentukan pasti bapak becak itu akan mengeluh dalam hati sehingga dia menerima harga tawaran si penumpang mungkin dalam fikirannya dari pada hari ini saya tidak dapat makan dan anak isteri saya nanti akan mau di kasih makan apa sehingga dia menerima itu dengan lapang dada meski pun masih ada yang terganjal di dalam hati dan ada juga tipe bapak becak yang spontan langsung menolak dan melontarkan keluh kesahnya jadi tukang becak agar si penupang merasa iba dan berujung penolakan kembali dari pihak penumpang dan kesimpulannya tidak jadi menaikinya dan bapak becak itu menganggur kembali menunggu hingga penumpang yang lain ingin mau menaikki becaknya.
So, please saran Aku ya kalau kalian mau naik becak pelis jangan samakan dengan motor, mobil, atau angkutan kota lainnya. Secara becak itu ya pakai tenaganya manusia makai energi dirinya sendiri untuk menggotel becaknya untuk menggotel becak supaya jalan dan apa lagi kalau becak yang di tumpanginya muatannya banyak tambah banyak lagi bapak becak itu mengeluarkan keringat untuk menggotel becaknya, dan tolong kalau mau naik becak tolong jangan mengeluarkan statement dari sini ke tempat tujuan yang kalian ingini itu berapa harganya kalau ujung-ujungnya kalian tawar juga dan merasa harga itu kemahalan dan dengan alasan dekat, kalau menurut kalian itu dekat kenapa tidak untuk coba jalan kaki saja dari pada kalian naik becak tapi kalian tawar juga harganya kasihan bapak becak itu dari pagi sampai malam dia cari nafkah untuk keluarganya.
Kenapa aku bisa bicara seperti itu karena aku sekarang hidup di kota orang dan uang bulanan masih minta dan harus bisa mengatur keuangan dengan baik dan harus bisa memilih makanan yang lebih murah yang kira-kira budgetnya segitu harus udah dapat kompelit, dan dengan cara lo hidup sendirian dan merantau di kota orang lain dan jauh dari orang tua kalian itu dengan sendirinya juga menyadari bahwa jadi lebih tahu apa artinya hidup yang sesungguhnya. ketika uang bulanan lo habis lo jadi tahu apa arti hemat yang sebenarnya yang secara haqiqi dan ketika uang lo udah habis dan lo minta ke oranh tua lo dan pasti di tanya belum sebulan udah minta transferan dan di tanya untuk beli apa saja di sana sehingga uang yang di transfer itu bisa habis dalam tidak sampai sebulan dan di situ lo baru ngerti dengan kata "uang" lo jadi tahu susahnya mencari uang dan lain sebagainya.
Komentar
Posting Komentar