Puisi

BY: rhmfdmsr

aku disini dalam diam menunggumu,
menunggumu untuk datang menemaniku hariku, 
malamku yang sepi,
sekarang sepi,
dulu?
dulu beda keadaannya,
dulu kamu selalu ada selalu berkata manis meyakinkan aku untuk bisa membuka hati,
membukakan pintu untuk kamu,
sekarang?
aku sendiri,
yang masih menunggumu datang kembali,
dan berkata, 
berkalimat seperti dahulu,
tetapi kamu sepertinya telah bahagia bersamanya bersama dia,
dengan menunjukkan pada dunia bahwa kamu sudah tidak lagi dengan ku,
tak pedulikan bagaimana rasanya sesosok wanita seseorang wanita yang menangis untukmu,
melihat dirimu yang tertawa gembira ceria di depanku,
lalu apa maksud yang selama ini kamu berkata berkalimat manis?
aku sudah menaruh hati,
aku sudah menyimpan nama lengkapmu juga,
meski pun jika nanti kita bersama nama belakang mu tidak bisa menyambung dengan nama kompelitku,
tapi tak masalah,
tetapi itulah hanyalah perandaian yang jika kita bahagia tapi kenyataannya kita tidak merasakan kebahagiaanmu yang sekarang bersama diri yang lain,
senang aku melihatmu bahagia,
senang bisa melihatmu tersenyum lepas,
senang melihatmu tersenyum lebar,
senang bisa melihatmu tidak tertekan,
senang bisa melihatmu sebahagia-bahagianya,
kamu?
sekarang bagaimana?
baik? tentunya baik aku yakin kamu baik disana, karena udah ada yang lain menggantikan posisiku yang dulu pernah ada bersamamu meski pun walau pun tak lama menginap di hidupmu,
tapi aku yang sebagai tamu di hatimu,
pelukanmu,
lindunganmu,
merasa nyaman karena kamu sebagai tuan rumah tahu cara bagaimana melakukan penjamuan yang baik itu seperti apa,
sehingga aku sebagai tamu kamu merasa nyaman dengan suguhan-suguhan minuman,
makanan,
cemilan manis yang terus kamu suguhkan untukku agar aku tak merasa bosan dalam rumah hatimu agar untuk tak pamit untuk pergi,
tetapi kamu sendiri yang memilih untuk pergi,
memilih untuk berhenti dan membuat aku sebagai tamu merasa tidak nyaman untuk berteduh sebentar berhinggap di rumah hatimu dan menginap di rumah hatimu yang begitu sangat terlindungi,
hangat,
sekarang aku sakit,
tak maukah kamu mengetok pintu rumah hatiku kembali untuk menjengukku dalam kesepian dalam kedinganan malam yang di baluti hujan lebat deras,
yang aku butuhkan sekarang itu kamu,
aku butuh kamu,
untuk mengahangatkan tubuhku yang menggigil akan hujan deras,
tetapi yang aku harapnya seperti itu,
namun berbanding terbalik ketika aku membuka pintu,
melihatmu yang sedang berbahagia manis,
hujan-hujanan sweet with your girlfriend,
bagaimana hatiku saat itu?
sakit,
menangis,
tersayat,
lalu aku langsung me-refresh memory,
ya meski pun kita tak pernah tatap muka secara langsung,
bertegur sapa lewat telefon genggam pun tidak,
tetapi bagiku that's enough for make a great memory,
tak tahu apa yang aku rasakan sekarang,
sayang?
cinta?
atau hanya sekadar nyaman? i don't know
tapi orang bilang arti kata "nyaman" itu melebihi dari segalanya,
aku baru pertama kali merasakan cinta,
cinta yang pas dengan takaran bumbu,
dan dia berhasil,
aku ingin sekali apa isi hati dia yang sebenarnya,
tapi kalau memang aku mengetahui,
pasti sakit,
jadi sudah cukup,
cinta yang bertepuk sebealah tangan,
tak apa dia tidak menaruh hati kembali kepadaku,
aku cuma hanya berterima kasih saja padanya,
karena dia aku bisa merasakan apa kata arti nyaman yang orang bilang itu "enak",
makasih atas semuanya,
tak tah sampai kapan aku akan terus menaruh hati untukmu,
sampai sekarang aku masih menunggumu,
ketika kamu datang padaku,
aku akan menerimamu kembali,
aku akan merawatmu kembali,
tapi selesaikan dulu urusanmu dengan yang lain,
ketika kamu bosan boleh datang kembali dalam pelukan kecilku ini:),
walau pun hanya sekadar melepas jenuhmu yang dengan dirinya lalu setelah itu pergi lagi,
tidak apa-apa jikalau memang itu yang membuatmu bahagia:)

BY: rhmfdmsr

Komentar