luka batin yang usang

 udah lama ngga chit chat di sini.


ada banyak hal yang dilewatin sama gue, tiba-tiba datang masalah secara berurutan. gue sempet mikir gila ya. di saat gue pengen fokus buat benahin diri gue dari masa lalu yang cukup pedih banget. gue harus ngadepin masalah yang lain, di satu sisi sedang menerapkan sikap bodo amat terhadap apa yang sedang terjadi yang tanpa melibatkan gue di dalamnya. tapi ngga bisa karena ini masalah cukupmengerucut di rumah. yap ini bisa di bilang masalah keluarga yang luar biasa.


rupanya setelah di ulik ada luka batin dari ke 5 anggota keluarga ini entah siapa, yang akhirnya berdampak yang sangat luar biasa. terlebih lagi ada salah satu seorang yang ngga bisa menerima yang pada akhirnya menyalahkan keadaan dan menyalahkan satu tokoh, ya intinya dia ngga bisa intropeksi.


aku menyadari bahwa sebenernya apa yang aku alami sekarang adalah polanya dia semasa kecil dan akhirnya di adopsi secara ngga langsung di dalam rumah tangga ini. aku menyadari terdapat adanya mental health dalam 1 keluarga ini, tapi sangat sulit untuk membuktikan karena gue sendiri belum mendapatkan result yang seutuhnya keadaan mental gue sebenernya, karena sejujurnya konseling ke psikolog mahal bgt:( jadi sejauh ini gue hanya terapis lewat video menjadi manusia dan all is work in whole my life.


dan akhirnya gue bersimpulan pada akhirnya adalah cuman diri gue sendiri yang bisa untuk mental ini sembuh, dan inilah yang sulit. karena selagi masa proses penyembuhan dengan fokus self healing, yang mana gue tuh ngga bisa menjelaskan keadan yang sebenernya karena percuma, org tua gue ngga menganut itu. ketika lu ke psikolog dan elu self healing maka ya elu gila.


dan gue juga sedang mencoba membumbui bahwa untuk dateng seorang psikolog ga mesti nunggu gila dulu. gue sedang mencoba mengajak untuk membenahi luka batin yang usang. namun si sifat egois inilah yang munncul. jadi gue pasrah.


gue sedang mengalami tidak baik-baik (kembali) namun bisa di kontrol. tapi kalau hanya bisa mengontrol diri sendiri tapi ngga ngontrol si pembuat diri ini menjadi sedikit terganggu ya endingnya percuma. ibarat luka sudah sembuh kemudian luka lagi semakin sakit. nah seperti itu yang gue alamin sekarang-sekarang ini.


sejujurnya gue bingung banget apa yang harus gue tumpahkan di sini, karena ngga mungkin gue melimpahkan semuanya di sini. bahaya juga.


tapi setidaknya terima kasih sudah bisa jadi platform gue buat cerita. yang gatau harus cerita ke siapa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NuArt Bandung Story

Puisi 3

expression.