CIREBON
Halo semuanya.
setelah sekian lama aku tidak upload blog lagi, sebenernya banyak banget yang mau aku sampaiin di blog tapi saking banyakanya aku jadi bingung mau sampaiin materi yang mana, cailah materi dikira lagi ngisi kelas insipirasi kali ah haha...
Sebelumnya gue mau cerita dulu kalau gue itu orang tulen asli Cirebon gue dari di dalam perut sampai gue besar itu di Cirebon tapi gue tidak mengakui tulen karena aku tidak terlalu fasih menlafalkan bahasa Cirebonnya, gue bisa bahasa Cirebon tapi lebih ke bahasa sehari-hari ya temen antar temen aja, ya gitu ajalah, gue dari lahir minum air cirebon, gue mandi make air cirebon, gue di besarin pun di tanah Cirebon. Tapi gue kecewa dengan keadaan Cirebon yang sekarang, semenjak gue kuliah di luar kota Cirebon, Cirebon itu berubahnya sangat pesat itu pun gue pulang pun literally yang ngga sampe satu 1 tahun ngga balik kampung, yang which is only 2 weeks or some months lah paling ngga pulang kampungnya, tapi setiap gue pulang ke Cirebon selalu dan selalu ada perubahan yang kata gue terlalu signifikan dan kalau gue bandingin sama zaman dulu gue pas masih di Cirebon ya, itu masih belum ada yang namanya macet tapi sekarang oh no... tau ngga sih bawaannya udah pingin nyebut aja tau ngga sih di jalanan, nah ini yang pingin gue ceritain disini karena gue tidak suka sama Cirebon yang sekarang yang begitu pesat bahkan sangat pesat atau bahkan bisa di katakan lebih dari pesatnya pesat apa entahlah itu bagaimana cara mengandaikannya. Karena apa gue ngga sukanya? Ya karena yang tadi gue bilang, intinya gue setuju atas program pemerintah entah dalam bentuk apa pun programnya karena pemerintah membuat suatu program tujuannya pun pada akhirnya adalah mensejahterakan rakyatnya atau warganya atau masyarakatnya, tapi tolong tidak untuk Cirebon karena menurut gue inisih menurut gue warga Cirebonnya sendiri pun masih belum siap menerima semuanya dengan segala perubahan demi perubahan menjadi lebih baik Cirebonnya sendiri yang gue lihat sangat sudah siap namun sub inti dari kota Cirebonnya sendiri yang masih belum siap yang karena macet dimna-dimana, macet yang hampir di semua jalan, ya meski pun macetnya cuman di jalan-jalan penting aja selain itu ya ngga terlalu macet-macet banget tapi warga Cirebon masih belum siap yang secara spontan mengalami perubahan yang sangat tidak terduga, di sini gue tidak menyalahkan pihak mana pun akan tetapi lebih baik pemerintah itu memerhatikan mental warga Cirebon yang sanggup menghadapi pesatnya pembangunan infrastruktur yang sekarang di sebut-sebut sebagai jargonnya, selain memerhatikan warganya perhatikan juga untuk kuota Cirebon itu sendiri apakah kota yang kecil ini aka sanggup menangani sebuah kemacetan yang terus terjadi atau bagaimana? Gue pun masih belum paham. Menurut gue ini suatu hal yang bagus dan menunjukan pada kota-kota lain di luar pulau jawa bahwa kota kecil seperti Cirebon pun bisa maju, tapi gue ga suka dengan keadaan Cirebon yang sekarang karena sekarang sudah penuh dengan banyaknya polusi dan mengakibatkan semakin panasnya hawa Cirebon. Gue setuju dengan terus-terus membangun infrastruktur secara merata secara menyeluruh tapi Cirebon gue rasa masih belum siap untuk mengahadapi ini semua karena Cirebon kota yang kecil tidak sanggup buat menampung kuota kota Cirebon sendiri karena Cirebon adalah kota yang kecil dan kalau sesuatu ada yang baru cirebon hanya sesaat menjadi trending topik di Cirebon.
Komentar
Posting Komentar