Puisi 2

BY: rhmfdmsr

pagi siang sore malam, tidak pernah berubah akan terus seperti itu karena memang di takdirkannya seperti itu namun mereka tak pernah marah pada penciptanya tak pernah melakukan protes pada alam semesta.

kini aku telah melewati pagi yang telah berganti siang begitu waktu siang datang menghampiri bumi ini aku begitu terkejut akan kedatangannya yang begitu sangat cepat tanpa pernah memberitahuku dan makhluk bumi lainnya, akan tetapi dia muncul secara perlahan dan juga sangat romantis menciptakan semuanya menyimpulkan akan indah hasil totalnya jika kita terus berada dalam lintasannya hingga dia mempertunjukan hal yang teromantis di bumi ini yang setiap makhluk bumi kalau sore tiba akan berduyun-berduyun menuju pantai melihat jingga yang di ciptakan matahari itu namun setelah itu awan akan menjadi kelabu, hitam, biru tua pekat yang muncul.

entah mereka melakukan perbincangan seperti apa sehinga mereka menyepakati yang dari jingga menjadi biru tua yang sangat pekat menyerupai hitam, sungguh romantis jika kita bayangkan semuanya dengan hal yang tulus dan menyatukan tubuh ini kembali pada alam pada sang pencipta semuanya akan berakhir romantis akan berakhir indah akan berakhir dengan sangat damai, namun warna jingga itu ibarat menggambarkan aku ketika sedang berapi namun biru tua itu entah menggambarkan aku ketika sedang yang seperti apa. 

kini aku lewati semuanya dengan ketulusan hati yang dengan penuh keikhlasan, dengan penuh kasih, dengan penuh damai dan mencoba untuk akrab dengan hasrat ini. 
namun sebelum mencoba untuk akrab ada drama siang yaitu filosofi angan yang ingin menyapa siang yang ingin bercengkrama romantis dengan matahari namun sirna begitu saja dengan rasa yang tumbuh melemahkan tubuh ini menjadi sombong sesaat pada makhluk yang telah menyinari bumi ini.
--------------------------------------------------------------------------------
sekian salam rhmfdmsr:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NuArt Bandung Story

Puisi 3

expression.